Rabu, 01 Januari 2014

Teroris vs Superman

29 Desember 2013

Ada saja tingkah anak-anak sekarang. Lingkungan mereka benar-benar memberikan pengaruh ke dalam kehidupannya. Anak-anak kecil yang saya temui di Sapen pasti juga alami hal itu. Dan siapa sangka satu dari puluhan anak itu bercita-cita menjadi teroris.
“Terorriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssss” teriak kegirangan si Oki ketika ditanya oleh Hono tentang cita-citanya.

Siang itu, teman-teman kecil Jendela Jogja Sapen diminta untuk membuat mading setelah belajar menari dan menyanyi tuk persiapan acara penutupan program Jendela di Sapen. Oki, Gatan, Deswita dan Salma masuk ke dalam kelompok pohon cita-cita yang dipandu oleh Kak Restu dkk.

Ketika Deswita dan Salma asyik dengan kak Restu dan satu kakak lagi *saya lupa berkenalan dengan Jendelist baru itu, hehe*, kak Hono sibuk dengan dua adik cowok yang gak bisa diam itu. Gatan masih menurut ketika diminta untuk bercerita tentang cita-citanya di selembar kertas origami. Sementara Oki, sibuk sendiri tak jelas membuat apa. Gonta-ganti kertas origami dan tak menjawab ketika ditanya cita-citanya, sampe akhirnya dia berteriak ingin jadi teroris.
OK saya shock mendengarnya karena dia tampak bahagia dan bangga ketika menceritakan alasan suka dengan teroris.

“hey kenapa kamu suka dengan teroris? Karena apa? Senjatanya atau apa?” tanya saya penasaran

“Ya bazooka, bisa nge-bom terus bisa perang-perangan” jelasnya sembari berdiri dan bercerita dengan nada antusias.
“Bukannya tentara juga ada senjatanya?” jelas saya tanpa dipedulikannya, dia pun berlari sembari teriak teroris lagi. Hadeeeeeeeeeeeeeeh -____________-“

Saya sendiri langsung pusing memikirkan cara baik tuk menjelaskan nilai buruk tentang teroris dengan bahasa anak-anak. Karena bagi Oki, teroris itu keren dengan segala hal yang bisa dilakukan mereka tuk menaklukan sesuatu dan membawa senjata plus berperang. Makna kata teroris terlalu rumit tuk dijelaskan padanya yang baru berusia 6 atau 7 tahun. Saya tinggalkan sejenak ia dengan keasyikan daya khayal dia menjadi teroris, dan memilih tuk membantu si Restu mendampingi Salma dan Deswita.

10 menit….15 menit kemudian

Oki tetap bersikukuh menjadi teroris, sementara Gatan memilih menjadi dokter. Saya pun geregetan. Saya hampiri anak kecil itu, menanyainya lagi, “Kamu tetap ingin jadi teroris?”
“Teroris” ujarnya sembari menggambar sesuatu di kerta origami
“Hemm, oke Oki jadi teroris. Gak mau jadi tentara? Tentara itu kan selain punya senjata juga punya tank” jelas saya. Dia tampak tak tertarik.

Haduh anak ini.

“Baiklah mbak marisa itu punya paman. Paman mbak marisa kerja jadi Brimob. Brimob itu teman tentara. Nah selain Brimob, ada juga tu Kopassus. Mereka juga berlatih perang lho.  Kopassus itu kalau latihan perang di air. Ada pasukan katak di Kopassus. Mereka juga punya kapal yang bisa menyelam dalam air. Oki tau namanya?”
Oki tetap menggambar tanpa mempedulikan cerita saya.

“Itu lho kapal selam. Jadi tentara itu ada brimob dan kopassus. Oki gak mau jadi tentara, bisa milih jadi brimob atau kopassus?” tanya saya *ah terasa sekali memaksakan cita-cita padanya.

“Teroris…teroris” jawabnya.

Fiuuuuh apalagi yang harus saya lakukan? Lalu Gatan menyeletuk tentang Batman, hemm terbersit ide.

“Gatan pernah nonton Batman? Siapa itu musuh Batman namanya?” tanya saya pada Gatan dan sok cuek dengan Oki. “Musuh Batman itu Joker namanya” jelas saya.
“Aku pengen jadi Batman” jelas Gatan
”Hohoho baiklah Gatan jadi Batman” jawab saya merespon keinginan Gatan.

Saya pun mendekati Oki kembali dan menanyakan hal sama. “Jadi, Oki sudah pernah nonton Batman belum?”
“Suka dengan Batman?”, dia mengangguk.
“Suka dengan Joker gak?”, tanya saya lagi
“Enggak” jawab dia
“Nah, Joker itu temannya teroris. Mereka itu temenan lho. Jadi Oki mau tetap jadi teroris?” tanya saya.
Dia terdiam. Tak mampu merespon cepat seperti tadi saya ‘merayu’ dia tuk jadi tentara dan segera menjawab dengan tetap jadi teroris.
Kemudian, “Aku mau jadi supermaaaaaaaaaaaan”

Hahahhahhaha….yes, alhamdulillah saya berhasil ‘nego’ dia.

“Oke sip, jadi superman. Oki superman, dan Gatan Batman. Ayooook digambar itu pohon cita-citanya. Kita gambar superman” jelas saya. Hono yang ada di dekat saya tertawa melihat kegembiraan saya berhasil ‘merayu’ Oki.

Siang itu, Gatan dan Oki tampak ceria meski mereka sulit sekali diminta untuk membantu Deswita dan Salma membuat mading pohon cita-cita.
“Hey hey Superman dan Batman ayok ini dibantu mbak Salma dan Deswita” pinta saya tanpa mereka pedulikan.

Tapi ketika Deswita dan Salma selesai membuat mading. Sampah-sampah bekas prakarya siang itu berusaha dikumpulkan oleh mereka. Oki yang paling antusias membersihkan. Ia memasukan semua sampah ke dalam plastik bening. Rafi pun menghampiri dan mereka berdua membantu kakak-kakak Jendelist dengan mengumpulkan sampah yang berserakan di balai dusun Sapen siang itu.


Saya yang melihat adegan kompak mereka jadi terharu, hehehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar