Selasa, 14 Februari 2012

Baca Ensiklopedia Pengetahuan bareng Diah, Arum & Tifa

Sudah hampir 10 bulan, saya tergabung di sebuah komunitas yg peduli pendidikan anak di Yogyakarta, KOMUNITAS JENDELA. Waktu cepat berlalu, bulan depan komunitas ini akan berulang tahun yang ke-1, tapi saya baru 5 kali sepertinya ke Atas (merujuk pd daerah Cangkringan di bawah kaki Gunung Merapi, tepatnya perpus shelter Gondang 1 Cangkringan) untuk menjaga atau membersihkan perpustakaan. Apa saja kegiatannya?
Awal dulu sempat ada outbound lalu program Mobile Library, sempat vakum 4 bulan, kemudian Jendelist (sebutan bagi relawan Jendela) dengan tim manajemen baru yg hebat membuat pendekatan lain tuk menghidupkan perpus. Mereka membuat kegiatan workshop yg diselingi atau diselipin kegiatan membaca sesudah dan setelah workshop. Tiap bulan selalu ada program workshop kecil tuk anak-anak Merapi tersebut yang dirancang khusus tuk menarik minat mereka datang ke perpustakaan. Sila lihat salah satu program workshop Jendela yg asyik berikut ini: Mading (majalah dinding)

Nah, minggu kemarin saya kembali ke Atas. Tema perpus Sabtu, 11 Februari 2012, siang itu adalah Mading: Apa Kegiatan Jendela Favoritmu? Tiba di perpus, sudah ada teman-teman kecil perempuan yang menyambut kami (Puput, Semi, dll). Saya pun berkenalan dengan mereka, maklum saya hanya kenal dengan Arum dan Dika yang lebih sering berinteraksi dengan saya.
Setelah pintu perpustakaan dibuka, wah berantakan sekali. Syukurlah bukan berantakan karena debu, kertas-kertas tak terpakai atau mainan seperti dulu ketika kegiatan Jendela di perpus ini sempat vakum. Tapi berantakan lebih karena buku-buku yang tidak diletakan dengan rapi, tanda bahwa buku-buku tersebut telah dibaca.

Siang itu setelah perpus dibersihkan dan ditata, Jendelist meminta Puput dan Semi memanggil teman-teman kecil kami yang lain. Sementara mereka memanggil, satu dua orang datang, salah satunya Diah. Seperti biasa, saya selalu menggunakan taktik kecil saya: ambil salah satu buku dan menunjukan wajah antusias lalu mulai membaca di depan mereka.
"Wah tau gak ini bunga yang memakan hewan lho. Kalian tahu apa nama bunga ini?"
Sedikit berceletuk tentang suatu gambar atau tulisan, dan si Diah pun tertarik.
"Aku tahu...aku tahu, tapi apa ya mbak? hehehe"
"Coba dibaca tulisan di bawah gambar itu!" pinta saya. Diah pun membacanya lalu menjawab "Kantong Semar"
Kami pun mulai membaca ensiklopedia tersebut bersama-sama.
"Ini apa hayo?" tanya saya ketika ada gambar sebuah jam kuno. Diah menjawab dengan tepat. Lalu, saya ceritakan tentang jam nenek moyang dulu. "Tau gak jam itu seperti apa?"
"Wah aku ngerti mbak. Itu kan yang pake sinar matahari", jawabnya. "Betul sekali, kamu pintar", jawab saya.
Ketika teman-teman kecil kami yang lain sudah berkumpul dan kegiatan sudah dimulai.
"Hey workshopnya sudah mau dimulai. Ayuk, Diah ikutan"
"Wah emoh mbak, kita baca buku ini aja ya" pintanya
Saya terkejut lalu mengiyakan permintaannya "Baiklah kita pindah ke depan aja yuk, di bangku depan"

Ketika asyik membaca bareng Diah, Arum dan Tifa ikutan bergabung. Mereka tidak berminat samasekali dengan kegiatan workshop siang itu. Lebih antusias membaca buku, mungkin karena dasarnya mereka penasaran dengan isi buku ensiklopedia tersebut. Tiga buku ensiklopedia (Kimia, Biologi dan Teknologi) habis kami baca berempat siang itu. Sesekali mereka tanya tentang salah satu gambar, saya minta mereka membaca tulisan yang ada di bawah gambar tersebut dan menceritakan sedikit tentang info tidak dijelaskan di sana tuk membuat mereka paham.

Terkadang menarik minat baca anak-anak hanyalah dengan terus-menerus mendampingi mereka membaca. Ayo sering-sering tuk meluangkan waktu bersama teman-teman kecil, adik atau saudara kecil kita membaca buku =)

Setelah workshop usai, beberapa Jendelist pun meluncurkan jurusnya. Mereka mendampingi beberapa anak membaca buku dan berdiskusi kecil dengan mereka. Berbagi itu indah dan mendamaikan hati, Kawan.