Jumat, 15 April 2011

Menjelajahi Misteri Boneka dari Beberapa Negara di Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta



Boneka pada zaman dahulu tak ubahnya seperti mainan lainnya. Pada zaman dahulu, mainan dengan bentuk seperti manusia atau hewan ini memiliki fungsi-fungsi ritual yang memiliki kekuatan gaib dan mistik, seperti upacara keagamaan, upacara pemanggilan roh, penangkal roh jahat dan sebagainya. Oleh karena itu, Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta tahun ini mengeluarkan koleksi mainan boneka dari beberapa negara di dunia.
Beberapa boneka dari beberapa negara
koleksi Museum Anak Kolong Tangga.
Foto : Bagus Bharata Handoko
Salah satu koleksi dari hampir 100 boneka yang dipajang oleh Kurator Museum, Rudi Corens dan tim relawan Divisi Museum Anak Kolong Tangga tahun ini adalah Worry Dolls atau Muñecas quitapenas. Boneka kecil dari Guetemala ini memiliki kisah tersendiri dalam kehidupan anak-anak Guetemala. Untuk menghilangkan rasa kekhawatiran dan ketakutan, sebelum tidur malam anak-anak Guetemala menceritakan kekhawatiran dan ketakutannya. Setelah itu, mereka meletakkan boneka tersebut dibawah bantal tidur mereka. Esok paginya, ketika bangun, boneka tersebut hilang membawa semua kekhawatiran dan ketakutan anak-anak. Selain Worry Dolls, ada Paddle Doll dari Mesir yang merupakan boneka kayu yang memiliki motif geometris di sekujur tubuhnya. Boneka ini ditemukan pada makan anak perempuan Mesir kuno.
Namun, tidak hanya koleksi boneka yang mendominasi koleksi Museum Anak Kolong Tangga tahun ini. Ada beberapa kategori mainan lainnya yang dipajang, yakni: alat transportasi, wayang, game boards, celengan dan sebagainya. Oleh karena itu, acara pembukaan kembali Museum Anak Kolong Tangga dengan koleksi baru akan diadakan pada 18 April 2011 bertempat di Taman Budaya Lantai 2, Jl. Sriwedani no. 1 Yogyakarta. Acara pembukaan yang akan dihadiri oleh Bapak H. Herry Zudianto (Walikota Yogyakarta), Ibu Yulia Rustiyaningsih (Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya), GBPH Yudha Ningrat (Direktur Taman Budaya Yogyakarta), Dra. Sri Ediningsih (Kurator Museum Benteng Vrederburg), KRT Thomas Haryonagoro (Ketua BARAHMUS/Badan Musyawarah Musea), Ibu Anggi Minarni (Direktur Karta Pustaka), Tamu Kehormatan Ibu Dyan Anggraini  dan beberapa tamu penting lainnya.
Paddle Doll dari Mesir. 
Acara Pembukaan Museum Anak Kolong Tangga dengan koleksi mainan boneka, wayang, alat transportasi, dan sebagainya ini diharapkan dapat mengisi kekosongan ruang rekreasi dan berkreasi anak-anak Yogyakarta yang telah menunggu pembukaan museum sejak bulan Februari lalu.
Mari berkunjung ke Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-13.00 dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-16.00 wib! Gratis untuk anak-anak berusia 6-14 tahun.