Minggu, 01 Mei 2011

Bareng Aditya, Dani dan Bagas di Perpus Burung Biru

Akhirnya maen lagi ke Perpustakaan Burung Biru. Perpustakaan yang dikelola oleh Yayasan Dunia Damai-Museum Anak Kolong Tangga Jogja. Rencananya hanya ingin bersilaturahim dengan anak-anak Surokarsan, temu kangen dengan Ipin, Puput, Aditya, dan semua. Plus melihat aksi sulap relawan perpus.
Berhubung anak-anak yang datang sedikit (hanya tiga orang: aditya, bagas, dan dani). Itupun setelah saya dan Dimas menjemput ke rumah mereka. Awalnya hanya ingin menjemput si Ipin tapi karena Ipin lagi gak ada dan maen futsal, Aditya yang melihat kedatangan kami menawarkan diri untuk ikut.
Setelah tiba di perpus, Aditya, Dani dan Bagas langsung masuk ke perpus dan menyatakan keinginan mereka. Bagas dan Dani meminta kertas untuk menggambar dan Adit langsung mengubek-ngubek buku.

Tu si Adit yang sadar kamera banget^^
Saya amati sebentar tingkah mereka, setelah itu  saya tinggal pergi berdiskusi dengan teman saya sembari melihat aktivitas mereka dari jauh. Ada empat relawan yang datang selain saya. Saya dan Winta berdiskusi tentang masa depan Yayasan dan Museum. Sementara Nay dan Primi asyik menonton video film kartun di dalam ruangan perpus. Dimas sendiri sibuk melayani mereka. Kelar diskusi, saya langsung menghambur ke ruangan perpus dan mendekati Aditya yang sedari awal saya lihat mengubek-ngubek buku Ensiklopedia Mini Dunia Kita. "Ah mbak juga mau baca-baca juga...misi misi Dit"

Seperti biasa, saya selalu mengunakan teknik menyuri perhatian mereka dengan nyeletuk sesuatu.
"Hey, Dit liat ini orang darimana ya?" ketika saya buka halaman buku dan ada gambar dua orang asli Afrika. "Afrika mbak?", jawabnya.
"Iya po?" saya buka halaman sebelumnya. "Coba-coba kita cek dulu"
"Itu lho mbak Afrika...tu tu tulisanne", ujarnya menunjuk pada kata-kata Afrika yang ada.
"Hehehe...benar juga"

Saya buka halaman lain, dan menemukan gambar lain lagi, gambar penganut agama Budha sedang melakukan ritual keagamaannya. "Wah kalo ini dari mana ya?"
"Cina mbak", ujarnya
"Sok tau"
"Ye ora percoyo...Cina tu"
"Masa?? sik sik mbak baca dulu ya", Adit pun melanjutkan menonton video kartun yang diputar dan membiarkan saya membaca.
"Ah ini dari Asia kok Dit"
"Lha Cina kan di Asia mbak" ujarnya. Hehehehehhehe...pintar juga nich Adit. Saya pun melanjutkan membuka halaman selanjutnya, ada foto yang mengambarkan suasana sungai yang sekelilingnya padat dengan rumah-rumah. Ada aktivitas lalu lalang perahu. Judul artikel gambar tersebut tentang negara miskin. "Kalo ini dimana Dit?" tanya saya lagi.
"Mana ya mbak?"
"Gak ada penjelasannya je di sini Dit"
"Masa'...sini sini aku yang nyari", ujarnya menarik buku dari tangan saya dan membacanya. Yes, berhasil^^!!

Sejenak dia baca artikel di halaman itu. Setelah membaca, dia menyeletuk, "Gak ada mbak, ini di negara miskin je"

Hehehehehehe...saya hanya manggut-manggut. Ora opo-opo kok Dit, yang penting kamu jadi membaca buku itu. Dan mulai untuk mencintainya^^

Saya pun jadi bersemangat tuk berinteraksi dengan anak-anak dan membuat ikatan dengan mereka. Coz, I really luv u kids. Kan kulakukan apapun agar kalian jadi generasi tangguh.

The next usaha, mari bermain ke Museum Anak Kolong Tangga bersama anak-anak Surokarsan^^.

Foto keluarga bareng Nay, Winta, Dimas, Dani, Adit, Bagas dan Primi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar