Minggu, 22 November 2009

Buku Jendela Dunia

Bagaimana menumbuhkan minat baca pada adek2 kecil di sekitar kita? Wah itu bukan hal mudah, sulit dan butuh kesabaran tinggi utk memulainya. Kalo bukan demi suatu tujuan hidupku dan janji di hati, aku takkan mau menghadapi anak-anak kecil cerewet yg pasti membuat 'kepala' pecah kala lagi stress. Selasa sore itu salah satunya.


Aku bersama temanku Andiena Agustin seperti biasa menjaga perpustakaan, Rumah Baca Burung Biru. Sembilan anak-anak Surokarsan datang ke Rumah Baca Bubi. Mereka antusias sekali datang ke RuBa Bubi, kenapa? bukan karena hendak membaca buku lho, tapi untuk melihat sulap (Two thumbs deh buat mbak Andien yg bisa menarik anak2 kecil datang maen ke RuBa Bubi setelah dua bulan vakum dan sebelumnya hanya ada 2 sampe 3 anak yg datang). Ya permainan kami jadikan salah satu daya tarik, karena setau dan sepengalaman kami, hanya ada satu hal di kepala anak-anak berumur 6-13 tahun itu.."Maen, maen, maen dan maen yuk Kak^^".

They luv it
Tujuan utama menumbuhkan minat baca mereka terpaksa di-nomer sekian-kan tapi dengan tetap menyelipkan pesan bahwa membaca buku itu akan memberikan mereka banyak pengetahuan dan manfaat. Buku adalah Jendela Dunia.
Mbak Andien telat sekali datangnya, dan saat itu ada dua anak yg datang (Dua anak caper bgt, tipe anak kecil yg tak kusuka). Hemm...untung hari ini hatiku buaik banget dek, kalo gak aku akan ketus sekali lagi pada kalian. Kuajak mereka masuk dan membiarkan mereka menghabiskan es krim yg mereka beli. Setelah itu mereka mencuci tangan-syarat masuk dan boleh baca di perpus- utk bisa dapat masuk ke RuBa Bubi. Bukan buku yg diambil, tapi mainan balok kayu. Ya sudahlah terserah kalian, aku pun mengambil buku cerita kesukaanku. Lalu , aku menyeletuk 'Eh tau gak ini buku cerita dari Meksiko lho? Tau Meksiko di mana?"
Salah satu dari mereka, Mitra menjawab, "Gak tau kak"
"Itu lho daerah sekitar Amerika sana", jelasku
Setelah itu aku pun membaca buku cerita Matahari itu dengan suara nyaring. Puput mendadak berhenti maen dan melihatku membaca, lalu dia mengambil buku lain utk dibaca dan diliat sendiri. Aku terus saja membaca nyaring meski mereka tak mempedulikan aku. Terkadang aku nyeletuk dan mengajak mereka bicara, Mitra yg suka menjawabnya.
Mereka masih cuek juga sich sampe aku selesai membaca buku cerita tersebut. Tapi tak apalah yg penting, mereka bermain sembari mendengarkan. Selesai bercerita, kucari lagi buku cerita yg hampir mirip buku Matahari, dan kutemukan buku cerita dari India, Dorari. Lalu aku bertanya, "Yok kita baca buku cerita bergantian. Ayok Put Mit?"
Mitra menyeletuk, 'Wah Puput ora iso moco mbak?". Dia pun kemudian tertarik mengambil sebuah buku.
"Oya..hemmm, kalo gitu kita berdua aja baca buku ini. Gantian", ujarku meminta Mitra membaca buku yg diambilnya bersamaku utk membuktikan bahwa dia benar2 pintar membaca dari Puput ato tidak.
Hey berhasil..dia mau membaca buku itu. Namun, 10 menit kemudian mbak Andien datang. Puput dan Mitra pun berhamburan keluar, menyambut mbak Andien. Puput sesegera mungkin memanggil teman2nya yg lain.
i.

She's adorable
Mbak Andien meminta maaf karena datang terlambat dan menceritakan alasannya, dia abis keliling mencari balon utk acara sulapnya meski hasilnya nihil. Puput dan Mitra pun kecewa. Lalu, mbak Andien meminta maaf karena tak dapat menepati janji. Kemudian dia menjelaskan bahwa dipertemuan besok, Jumat, dia ingin mengajak eksperimen melihat kadar tanah rumah mereka. Dan mereka antusias.
Aku bercerita ke mbak Andien, bahwa satu2nya alasan mereka datang karena mereka hendak melihat sulap. Mbak Andien pun merasa bersalah dan dia meminta salah satu anak, Ipin, membeli balon di sekitar Surokarsan. Alhamdulillah dapat...Sulap pun dimulai

Tumben anteng???

Kami memulai sulap dg balon yg ditusuk jarum pentul tapi bisa tidak pecah. Ternyata salah satu anak sudah tau trik tersebut. Alhasil sulap balon mbak Andien gagal, balon pecah. Untung ada sulap lain, sulap berdasarkan sains.

Tiup ya gede Di^^

Sebuah lilin dipasang di piring, diberi airdan kemudian dinyalakan. Kemudian, mbak Andien menjelaskan, "Sulap itu sebenarnya bisa dipelajari dan kalian bisa tahu itu melalui buku, seperti contoh yg satu ini"
Mbak Andien menutup lilin yg menyala itu dg sebuah gelas. Air yg mengelilingi lilin pun akhirnya naik di dalam gelas. Anak-anak takjub. Mereka pun bergegas mendekat. Mbak Andien pun menjelaskan kenapa hal itu terjadi? Meski tampak sekali mereka tak peduli alasan dg istilah yg njelimet itu.

Takjub kan?

Setelah menjelaskan tersebut, anak2 diminta duduk kembali. Dan mbak Andien menjelaskan bahwa sulap yg barusan diperoleh dari sebuah buku, buku SAINS yg ada di perpus. Ipin segera ke dalam ruangan baca, dan mengambil sebuah buku. Kemudian anak2 minta mencoba satu-persatu sulap terakhir itu. Dan mereka ber-HOM PIM PA ria utk mengantri.
Rencana kedua dan dadakan itu pun berhasil. Kami sudah sedikit demi sedikit men-doktrin mereka. Memang baru awal dan belum tentu mereka akan langsung suka membaca. Tapi aku yakin, mereka menyimpan kejadian biasa dan tak begitu berarti ini menjadi pengalaman berharga kelak di masa depan mereka nanti. Ini adalah langkah awal dari perjalanan yg panjang kami utk menumbuhkan minat baca anak-anak kecil di sekitar kami. Tak terlalu berarti tapi segala cara akan kami lakukan, walau harus dicuekin, bercerita dg mimik muka jelek, bikin marah dg tingkah laku bandel mereka, kecapean, suara juga bisa habis karena

HOM PIM PA ...

harus berbicara berulang, tapi ini jalan yg kami tempuh. Dan semoga yg membaca notes ini, siapapun itu, juga memulai menanamkan minat baca adek-adek dan anak-anak kecil di sekitar kita, baik itu anak sendiri, saudara, keponakan, anak tetangga atau anak mana aja deh yg bisa diajak utk mengetahui manfaat banyak dari sebuah buku. Buku adalah Jendela Dunia.

maka bacalah buku dek^^

Semoga bermanfaat^^

NB: Utk kawan di Museum Anak Kolong Tangga. Ini laporan kerjaku. Semangat Semua^^

11 komentar:

  1. salam kenal dari Jepang.

    Info ttg minat baca anak Indonesia informatif sekali. Datang ke taman bacaan krn ada sulap atau permainan. Itulah dunia anak-anak dan hak mereka untuk bermain. Buku cerita yang dibacakan apa banyak gambarnya mbak?

    BalasHapus
  2. Wah terimakasih untuk komentarnya mbak Sylvia. Ya mereka berhak untuk belajar dan bermain, diberi kebebasan dan keindahan masa kecil. Hemm banyak sekali gambar-gambarnya. Judul bukunya Jagoan Sains

    Salam kenal juga dari Jogja^^

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas tanggapannya mbak Marisa.

    Surokarsan itu dibagian mananya Yogya, mbak? Saya tahun 1996 pernah di Balirejo, Komplek APMD, beberapa bulan saja, sepedaan ke Malioboro sampai kantor pos besar. Kepengin ke Yogya lagi eui! Penegn bertemu dengan mbak Marisa dan makan tempe bacem.

    Selain buku-buku sains, apa ada juga buku-buku cerita sastra untuk anak-anak? Buku-buku itu apa banyak gambarnya? Misalnya buku cerita rakyat, dongeng, etc. Anak-anak apa senang membacanya? Atau anak-anak lebih senang dgn buku terjemahan dari luar negeri? Buku-buku terjemahan itu apa banyak gambarnya?

    Semangat ya mbak Marisa dengan senyum selalu untuk anak-anak.

    Saya penggiat bacaan anak-anak di Jepang sini. Membuat kamishibai (wayang gambar)yang saya isinya saya ambil dari cerita rakyat Indonesia: 2 cerita dariJawa, 1 cerita Toraja, 1 cerita dari Lombok dan akan ada cerita dari Bali. Anak-anak Jepang senang mendengar cerita dari Indonesia bila penuh gambar.

    Mbak Marisa mempunyai FB? Saya hanya punya FB, blog nggak punya. Mungkin bisa lebih seru ya bila berkomunikasi lewat FB?

    Salam Hangat dari Jepang yng sudah dingiiiin. Sylvia.

    BalasHapus
  4. Terima kasih tanggapannya mbak Marisa.

    Surokersan itu Yogya bagian mana ya? 1996 beberapa bulan, aku pernah di komplek APMD, Balirejo, lalu sepedaan ke Malioboro sampai ke kantorpos besar.Kepengen ke Yogya lagi eui! Ketemu ama mbak Marisa ya, lalu makan tempe bacem.

    Selain buku sains, apa ada buku2 sastra untuk anak-anak? Kalau ada, apakah buku2 itu banyak gambarnya?

    Aku penggerak bacaan anak-anak di Jepang sini. Sekarang membuat kamishibai (wayang gambar) dlm. bahasa Jepang dan Indonesia. Anak-anak senang dengar cerita lewat gambar.

    Mbak Marisa ada FB? Saya hanya punya FB, bukan blog. Mungkin lewat FB bisa saling tukar info lebih seru ya.

    Semangat mbak Marisa, senyum untuk anak-anak.C u. Sylvia

    BalasHapus
  5. Terima kasih u/ tanggapannya. Selain buku Sains, apa ada cerita sastra u/ anak2? Kalau ada, apa banyak gambarnya dalam buku itu?

    Saya pernah di Yogya di Balirejo, komplek APMD u/ bbrp bulan, tahun 1996. Surokarsan bagian mananya Yogya? Apa dekat dgn Malioboro?
    Kepengen ke Yogya lagi eui! Bisa bertemu dgn mbak Marisa ya.

    Mbak punya FB? Kita bisa saling tukar info lebih seru lagi. Aku hanya punya FB, bukan blog.Sylvia

    Semangat ya mbak Marisa.

    BalasHapus
  6. Selain buku "Jagoan Sains", buku-buku cerita lain apa banyak juga gambarnya? Sylvia

    BalasHapus
  7. Selain buku "Jagoan Sains", buku-buku cerita yang lain apa banyak gambarnya?

    Sylvia

    BalasHapus
  8. Waduh maaf Sylvia. Saya baru balas komentarmu..dah vakum hampir 4 bulan nich blog saya.
    Soal buku sastra anak seperti novel ya? sepertinya di perpus Bubi tidak ada, kami selalu menyediakan buku cerita yg ada gambarnya.
    Hemm, bagus juga tu aktivitas Sylvia di Jepang, lanjutkan terus ya. Secara tidak langsung kan kamu promosi budaya Indonesia.
    Kalo mau ke Sekretariat Perpus Bubi, Sylvia datang aja ke Museum Anak Kolong Tangga di Taman Budaya Yogyakarta. Tanyakan saja dg petugas di sana.
    Saya ada FB ko. Dah liat badge FB saya kan?
    Nice to know u sylvia^^

    BalasHapus
  9. Hahahahahaha saya membaca komentarmu kurang detail ya.
    Hemm buku sastra yg cerita dongeng dari luar negeri banyak gambarnya dan itu yang disukai anak2. Mereka lebih menyukai melihat gambar daripada membaca;p

    BalasHapus
  10. hohoho...mbak Marisa, 4 bulan absen nya sih kelamaan. Tapi sehat-sehat kan ya. Badge yg dimaksud di FB yang mana? Nama Marisa di FB banyak bener....(lebih dari 500). Apa mbak Marisa punya teman yang tinggalnya di Bogor?
    Tahun ini aku belum bisa ke Indonesia, mungkin tahun depan. OK ya...ditunggu posting-posting baru nya di blog Sahabat Anak Indonesia, supaya smakin seru. CU.

    BalasHapus
  11. Heheheeheh..maklum sibuk penelitian dan proyek di kantor;p...(sok sibuk ya?). Hemmm...FB-ku??ketik aja emailku ya: marismanise@yahoo.com
    Met ketemu di FB Sylvia^^

    BalasHapus