Senin, 02 Maret 2009

Menarik Perhatiannya

Gampang-gampang susah menarik perhatian anak-anak. Apalagi menarik minat mereka pada buku ato mengajak mereka menonton film keluarga. Namanya juga anak-anak, hanya ada satu kata di otak mereka, "Main..main...main. Ayo main, Kak!"

Alhasil aku pun harus mengemas kegiatan program perpus dengan konsep bermain dan belajar. Program utama perpus Burung Biru (salah satu divisi Yayasan Dunia Damai, Museum Kolong Tangga Yogyakarta) yang berusaha membuat anak-anak untuk menyukai 'membaca' pun harus kami imbangi dengan workshop yang dicampuri dengan kegiatan main-main dengan anak-anak agar tidak bosan.
Aku pun berpikir keras selama berhari-hari. Berpikir tentang mereka (Panji, Dito, Beno, dan anak-anak lainnya) agar bisa duduk diam (walau hanya 10 menit) membaca buku.
Sore itu, saat kami membuat workshop tentang topeng, hanya ada 3 anak yang datang. Nana, partnerku, sudah memulai kegiatan (Aku datang telat sore itu). Topeng milik Panji sudah hampir selesai ketika dia mendadak putus asa melubangi mata topengnya, "Susah je mbak!"
Nana sengaja meletakkan tiga buku di atas tikar yang kami duduki sore itu. Aku membuka salah satu buku tentang ensiklopedia alam itu. Saat asyik membuka salah satu lembar halaman yang sedang membahas tentang kulit, aku pun berceletuk, "Wah, ternyata kayak gini toh kulit kita!"
Celetukanku pun menarik perhatian mereka. Mereka menghampiriku dan melihat isi buku.
Aku pun menunjukan gambar kulit yang ada di situ, lalu menjelaskan pada mereka tentang serba-serbi tentang kulit yang pernah kupelajari waktu SMA dulu. Mereka hanya manggut-manggut. Beberapa pertanyaan kecil pun keluar dari mulut mungil mereka.
Hey, walau kejadian itu berlangsung singkat dan mereka tidak langsung mau membaca, setidaknya aku tau bagaimana memancing perhatian mereka (belum belajar mempertahankan perhatian mereka^^v).
Kesimpulanku saat ini adalah berdirilah sama tinggi dengan mereka, jangan anggap mereka sebagai anak kecil tapi kawan, dan gunakan metode interaktif bukan menyeramahi.

Hemmm, segini dulu deh cerita pengalamanku dengan mereka, sebagian kecil anak-anak Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar