Senin, 09 Februari 2009

Belajar Ngelembang

Hemmm, penasarankah dengan aktivitas yang terlihat di gambar headline?
Itu aktivitasku bersama anak-anak Bangka sewaktu KKN tahun lalu. Mereka sedang mengajariku belajar ngelembang.
Ngelembang adalah sebutan salah satu aktivitas penambangan timah di Pulau Bangka. Sudah tau kan kalo Bangka dan Belitung adalah dua pulau dengan kandungan timah terbesar di Indonesia.
Kebanyakan penduduk di sana adalah penambang. Anak-anak Bangka pun tak luput dengan aktivitas ini. Apalagi anak laki-laki Bangka. Adik-adikku di sana sangat familiar dengan kegiatan ini.
Sore hari itu, aku meminta anak-anak didikku mengajari ngelembang. Kami pun berangkat ke danau bekas penambangan (disebut koulong) dekat pondokan KKN-ku. Koulong Biru nama danau itu. Sebutan itu diberikan karena warna biru dari koulong dengan kedalaman hampir 80 m. Aktivitas penambangan masih terlihat sore itu. Untuk memancing pengetahuan mereka, aku berpura-pura tidak tahu aktivitas penambangan dan alat-alat tambang yang ada. Saat kutanyakan pada mereka, mereka antusias menjawab dan menjelaskan.
Puas melihat aktivitas penambangan legal dan ilegal. Ternyata di sana telah ada satu anak didikku, Benjo, yang ngelembang dan ngarpet di bibir danau.


Benjo

Kami pun menghampiri dan menyapanya. Setelah itu, aku meminta Benjo mengajariku ngelembang. Sebagian besar dari anak cowok yang kuajak sore itu mengajariku memegang piring, mengambil pasir bertimah, me-lembang-nya (menyaring pasir bertimah dan mengoyangkannya secara perlahan dengan air).
Hey, sebagian besar adik-adik cowok itu ternyata pernah ngelembang untuk mendapatkan uang. Penjualan dari 1 0ns timah yang mereka dapat bisa dihargai 100rb lho. Pantas saja mereka dapat membeli HP N 6600.
Benjo sendiri bercerita kalo dia ngelembang untuk membantu keuangan keluarganya. Meski usia dia 14 tahun, dia masih kelas 6 SD lho. Tapi semangat belajarnya itu yang kusalutin.
Kegiatan ngelembang itu sendiri telah membentuk karakter orang Bangka. Mereka malas untuk mengganti profesi mereka karena merasakan nikmat menambang yang mudah dengan hasil yang menggiurkan. Padahal diperkirakan 1 tahun lagi, kandungan timah di Bumi Bangka akan habis. Itu pernyataan Pemda Bangka.



Berpose sejenak dengan mereka
Aku tidak tau bagaimana kehidupan adik-adikku di sana setelah kembali ke Yogya. Tapi yang pasti, insyaallah, aku akan dapat kesana lagi dan mengajari ketrampilan membuat kerajinan tangan pada mereka. Agar kelak terbuka lapangan kerja baru di Bangka. AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar